• Zhongao

Besi beton – bahan bangunan yang sangat diperlukan dalam konstruksi.

 

I. Spesifikasi Diameter (Rentang Aplikasi Utama) Spesifikasi diameter tulangan HRB400E harus benar-benar sesuai dengan “Batang Baja Berusuk Canai Panas untuk Beton Bertulang” (GB/T 1499.2-2018). Rentang diameter nominal adalah 6mm-50mm, mencakup sebagian besar skenario tegangan dalam rekayasa. Diameter yang berbeda sesuai dengan persyaratan aplikasi yang berbeda, sebagai berikut: Diameter kecil (6mm-12mm): Terutama digunakan untuk komponen kecil, sengkang, dan batang distribusi, seperti batang distribusi pelat lantai, batang pengikat dinding, sengkang ambang pintu, dll. Spesifikasi umum adalah 6mm, 8mm, 10mm, dan 12mm; Diameter sedang (14mm-25mm): Paling banyak digunakan, cocok untuk komponen penahan beban inti seperti balok rangka, kolom rangka, anggota tepi dinding geser, dan kepala tiang pancang. Spesifikasi utama adalah 14mm, 16mm, 18mm, 20mm, 22mm, dan 25mm; Diameter besar (28mm- 50mm): Sebagian besar digunakan pada struktur bentang lebar, komponen berat atau bagian beban tinggi, seperti kolom rangka penampang besar, balok utama jembatan, sangkar baja pondasi tiang pancang, dan penguatan pondasi peralatan besar. Spesifikasi umum adalah 28mm, 32mm, 36mm, 40mm dan 50mm. II. Dimensi Eksternal dan Parameter Rusuk (Persyaratan Wajib)
Tulangan HRB400E memiliki penampang melingkar dengan rusuk di sepanjang panjangnya. Rusuk tersebut dibagi menjadi rusuk memanjang (sejajar dengan sumbu tulangan) dan rusuk melintang (pada sudut tertentu terhadap sumbu). Parameter harus memenuhi persyaratan berikut untuk memastikan kinerja pengikatan dan penjangkaran dengan beton:
Desain Rusuk Melintang:
Sudut: Sudut β antara rusuk melintang dan sumbu tulangan harus berada antara 45° dan 60°. Jika diameter tulangan d ≤ 12 mm, sudut dapat diperlebar hingga 30°.
Jarak antar rusuk: Jarak antar rusuk melintang l harus disesuaikan dengan diameter. Misalnya, l ≤ 12mm bila d = 6mm, l ≤ 20mm bila d = 25mm, dan l ≤ 25mm bila d = 50mm. Penyimpangan jarak antar rusuk melintang untuk tulangan yang sama tidak boleh melebihi ±10%.
Tinggi: Tinggi rusuk melintang h harus memenuhi persyaratan kekuatan dan ikatan. Misalnya, h ≥ 0,8 mm ketika d = 10 mm, dan h ≥ 0,8 mm ketika d = 20 mm. Ketika h ≥ 1,5 mm, dan d = 40 mm, h ≥ 2,4 mm, dan tinggi terukur sebenarnya tidak boleh kurang dari 90% dari nilai standar. Desain Rusuk Memanjang: Jumlah: Setiap tulangan membutuhkan 2 rusuk memanjang yang didistribusikan secara simetris. Lebar b rusuk memanjang harus sesuai dengan diameter, misalnya, b = 2,0 mm ketika d = 16 mm, b = 3,0 mm ketika d = 32 mm; Panjang: Rusuk memanjang harus membentang sepanjang tulangan tanpa celah atau gangguan sebagian, dan bagian atas rusuk memanjang harus bertransisi dengan mulus ke bagian atas rusuk melintang untuk menghindari konsentrasi tegangan yang disebabkan oleh tepi yang tajam. Penyimpangan Penampang: Penyimpangan diameter aktual tulangan harus berada dalam ±0,4 mm (misalnya, untuk tulangan dengan diameter nominal 20 mm, diameter terukur aktual harus antara 19,6 mm dan 20,4 mm); Penyimpangan keliling penampang tidak boleh melebihi ±2%, dan elipsitas (perbedaan antara diameter maksimum dan minimum penampang) harus ≤0,4 mm untuk memastikan bentuk penampang yang teratur dan distribusi tegangan yang seragam.


Waktu posting: 19 November 2025