• Zhongao

Perbedaan Antara Kuningan dan Timah, Perunggu dan Tembaga Merah

SATU-DberbedaPTujuan:

1. Kegunaan kuningan: Kuningan sering digunakan dalam pembuatan katup, pipa air, pipa penghubung untuk unit pendingin udara internal dan eksternal, serta radiator.

2. Tujuan perunggu timah: Perunggu timah adalah paduan logam non-ferrous dengan penyusutan pengecoran terkecil, digunakan untuk menghasilkan coran dengan bentuk kompleks, kontur yang jelas, dan persyaratan kedap udara yang rendah. Perunggu timah sangat tahan korosi di atmosfer, air laut, air tawar, dan uap, dan banyak digunakan dalam ketel uap dan bagian-bagian kapal.

3. Kegunaan tembaga: terutama digunakan untuk membuat peralatan listrik seperti generator, busbar, kabel, sakelar, transformator, dan peralatan konduktivitas termal seperti penukar panas, pipa, dan kolektor datar untuk perangkat pemanas tenaga surya.

DUA - Karakteristik yang Berbeda:

1. Karakteristik kuningan: Kuningan memiliki ketahanan aus yang kuat.

2. Karakteristik perunggu timah: Penambahan timbal pada perunggu timah dapat meningkatkan kemampuan pengerjaan dan ketahanan ausnya, sedangkan penambahan seng dapat meningkatkan kinerja pengecorannya. Paduan ini memiliki sifat mekanik yang tinggi, kinerja pengurangan keausan, dan ketahanan korosi, mudah dikerjakan, memiliki kinerja penyambungan dan pengelasan yang baik, koefisien penyusutan rendah, dan tidak bersifat magnetik.

3. Karakteristik tembaga merah: memiliki konduktivitas dan konduktivitas termal yang baik, plastisitas yang sangat baik, dan mudah diproses dengan pengepresan panas dan pengepresan dingin.

 

TIGA Komposisi Kimia yang Berbeda:

1. Gambaran Umum Kuningan: Kuningan adalah paduan yang terdiri dari tembaga dan seng. Kuningan yang terdiri dari tembaga dan seng disebut kuningan biasa. Jika terdiri dari beberapa paduan dua unsur atau lebih, maka disebut kuningan khusus.

2. Gambaran umum perunggu timah: Perunggu dengan timah sebagai unsur paduan utama.

3. Gambaran Umum Tembaga Merah: Tembaga merah, juga dikenal sebagai tembaga merah, adalah zat sederhana dari tembaga, dinamai berdasarkan warnanya yang merah keunguan. Berbagai sifat dapat ditemukan pada tembaga. Tembaga merah adalah tembaga murni industri, dengan titik leleh 1083 ℃, tidak mengalami transformasi alosterik, dan kepadatan relatif 8,9, yang lima kali lebih besar dari magnesium. Massa dengan volume yang sama sekitar 15% lebih berat daripada baja biasa.

 

EMPAT - Pelajari Lebih Lanjut Tentang Tembaga, Kuningan, dan Perunggu

Tembaga murni adalah logam berwarna merah mawar dengan warna ungu setelah terbentuknya lapisan oksida tembaga di permukaannya. Oleh karena itu, tembaga murni industri sering disebut sebagai tembaga ungu atau tembaga elektrolitik. Kepadatannya adalah 8-9 g/cm³, dan titik lelehnya adalah 1083°C. Tembaga murni memiliki konduktivitas yang baik dan banyak digunakan dalam pembuatan kawat, kabel, sikat, dll; Konduktivitas termal yang baik, umumnya digunakan untuk pembuatan instrumen dan meter magnetik yang membutuhkan perlindungan terhadap interferensi magnetik, seperti kompas dan instrumen penerbangan; Plastisitas yang sangat baik, mudah diproses dengan pengepresan panas dan dingin, dapat dibuat menjadi bahan tembaga seperti pipa, batangan, kawat, strip, pelat, foil, dll.

 

Kuningan adalah paduan tembaga dan seng. Kuningan paling sederhana adalah paduan biner tembaga-seng, yang dikenal sebagai kuningan sederhana atau kuningan biasa. Mengubah kandungan seng dalam kuningan dapat menghasilkan kuningan dengan sifat mekanik yang berbeda. Semakin tinggi kandungan seng dalam kuningan, semakin tinggi kekuatannya dan sedikit lebih rendah plastisitasnya. Kandungan seng pada kuningan yang digunakan di industri tidak melebihi 45%, dan kandungan seng yang lebih tinggi akan menyebabkan kerapuhan dan penurunan sifat paduan.

 

Perunggu timah adalah paduan tertua yang digunakan dalam sejarah, awalnya merujuk pada perunggu. Disebut perunggu karena warnanya yang abu-abu kebiruan. Perunggu timah memiliki sifat mekanik yang tinggi, ketahanan korosi yang baik, pengurangan gesekan, dan kinerja pengecoran yang baik; sensitivitas rendah terhadap panas berlebih dan gas, kinerja pengelasan yang baik, tidak feromagnetik, dan koefisien penyusutan rendah. Perunggu timah memiliki ketahanan korosi yang lebih tinggi daripada kuningan di atmosfer, air laut, air tawar, dan uap.


Waktu posting: 11 Juni 2024